Berita

Tausiah Ustadz Das’ad Latif dan tawa warga hangatkan syukuran 14 Tahun Kaltara

BIRO ADPIM – Pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi menjadi fondasi kemajuan sebuah daerah, namun jiwa dan keteguhan spiritual masyarakat tidak kalah pentingnya.

Semangat inilah yang terasa di kantor Gubernur Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan ketika ribuan warga berbondong-bondong memadati kawasan ini untuk mengikuti Tabligh Akbar, Tausiah, dan Doa Bersama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Provinsi Kaltara, Minggu (25/10/2026) malam.

Suasana penuh kebersamaan, kekhusyukan, sekaligus kehangatan terpancar di tengah warga dari berbagai kalangan. Kehadiran penceramah kondang Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., berhasil memberi warna religius perayaan usia ke-14 Kaltara.

Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wagub Ingkong Ala, SE.,M.Si, anggota Komisi VII DPR RI Hj Rahmawati Zainal, SH sekaligus Ketua TP PKK Kaltara, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Kapolda Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, Bupati Bulungan Syarwani, serta sejumlah pejabat daerah lainnya dan unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal A. Paliwang menyampaikan rasa syukur perjalanan 14 tahun provinsi ini. Menurutnya, ini ruang refleksi kolektif untuk terus memperbaiki diri serta mendongkrak kualitas pembangunan daerah secara menyeluruh.

“Semoga kegiatan ini dapat memperkokoh jalinan ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkap Gubernur Zainal di hadapan ribuan warga yang hadir.

Gubernur juga menegaskan pentingnya merawat persatuan serta mempererat sinergi yang harmonis antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat. Sejalan dengan tema besar HUT ke-14 tahun ini, “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada angka-angka pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, akselerasi ekonomi harus diimbangi secara seimbang dengan penguatan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya gotong royong di tengah masyarakat perbatasan.

Kehadiran Ustadz Das’ad Latif dengan gaya ceramahnya yang khas—dikenal sarat interaksi humoris—mampu menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam tanpa kehilangan substansi dakwahnya. Di hadapan warga Kaltara, ia menekankan bahwa fondasi kemajuan ekonomi suatu daerah sangat ditentukan dari ketahanan unit terkecil sosial, yakni keluarga.

Ustadz Das’ad mengingatkan pentingnya perbaikan kualitas pendidikan keluarga sebagai pilar utama pembentukan karakter generasi bangsa. Melalui pendidikan keluarga yang kokoh, akhlak terjaga, dan nilai-nilai agama yang tertanam kuat, masyarakat akan memiliki etos kerja dan integritas yang berdampak positif pada peningkatan taraf ekonomi.

Selain itu, ia juga berpesan agar kerukunan antarsesama warga terus dijaga dengan erat. Dengan merawat toleransi dan saling menjaga keharmonisan, Kaltara akan senantiasa berada dalam suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan.

Ketika masyarakatnya rukun, taat, dan bertakwa kepada Sang Pencipta, maka cita-cita besar agar Kaltara terus tumbuh dan berdaya—seperti yang diamanatkan dalam tema HUT tahun ini—pasti akan terwujud.

Rangkaian tausiah dan doa bersama yang ditutup dengan lantunan doa keselamatan bagi Kaltara untuk selalu dinaungi oleh keteguhan iman, kebersamaan, dan ridha Allah SWT. (mel/van/adpim)