
TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengapresiasi konsistensi pelestarian mangrove di Kota Tarakan yang telah berlangsung selama 20 tahun. Hal tersebut disampaikannya pada peringatan 20 Tahun Penanaman Mangrove di Tarakan, Selasa (13/10/2026).
Gubernur menyebutkan, berdasarkan data dalam sambutannya, luas ekosistem mangrove di Kaltara mencapai 326.396,37 hektare, yang memiliki peran penting dalam melindungi pesisir, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, serta mendukung perekonomian masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, dan masyarakat dalam memperkuat perlindungan, rehabilitasi, serta pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan ekowisata dan produk olahan mangrove.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada PT Mustika Minanusa Aurora (MMA) beserta mitra dari Jepang dan Taiwan atas dedikasi selama dua dekade dalam mendukung pelestarian mangrove di Bumi Benuanta.
“Bila kita tulus menjaga lingkungan, maka alam dan lingkungan akan menjaga kita,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Puji Iswaria, S.Hut., M.Si.; Kapokja Tata Kelola Ekosistem Mangrove, Sandi Prasetyo, S.T., M.Si.; unsur Forkopimda Provinsi Kaltara; Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., atau yang mewakili; jajaran pejabat Pemprov Kaltara; perwakilan PT MMA dari Taiwan, Han Chia Yau; mitra PT MMA dari Jepang, Kenya Okushi; Direktur Eksekutif APINDO Rudolf Saut, Ir., S.H., M.BA.; Direktur Utama PT MMA Fieyono Hiu; Ketua DPP APINDO Kaltara Peter Setiawan; serta tamu undangan lainnya.
Pemprov Kaltara berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adpim)