Berita

Bersama BPK RI, Pemprov pastikan tata kelola sektor energi transparan dan efektif agar berdampak kemakmuran

BIRO ADPIM — Ketahanan energi tidak lagi dipandang sekadar isu sektoral, tapi pilar utama kedaulatan nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks. Dari Kantor Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Jakarta, Gubernur Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., mengikuti secara virtual Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan Energi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Kamis (20/8/2026).

Langkah pengawasan BPK RI ini digelar untuk mengawal alokasi dan tata kelola anggaran pada Semester II Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pencapaian Asta Cita di bidang ketahanan energi serta penyelarasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Pengawasan tematik ini menjadi krusial bagi daerah seperti Kaltara. Sebagai wilayah perbatasan yang kaya potensi sumber daya alam—mulai dari potensi energi terbarukan hingga pengembangan kawasan industri hijau—pengelolaan sektor energi secara transparan dan akuntabel menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

Mengutip Ketua BPK RI Isma Yatun, Gubernur bilang bahwa pemenuhan ketahanan energi nasional membutuhkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pengawasan keuangan negara dilakukan untuk memastikan setiap program energi berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi kemakmuran masyarakat.

“Mewujudkan ketahanan energi adalah tujuan nasional yang memerlukan sinergi kebijakan dan sumber daya yang kuat,” ujarnya.

Langkah Gubernur Zainal A Paliwang mengawal pemeriksaan ini menegaskan komitmen Pemprov Kaltara untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda strategis nasional. Pemprov Kaltara terus berupaya memastikan tata kelola potensi energi daerah berjalan sesuai standar tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Melalui sinergi pengawasan bersama BPK RI, pembangunan sarana dan pengelolaan energi di provinsi ini juga diyakini tidak hanya memperkuat keandalan pasokan lokal, tetapi juga menjadi penopang utama ketahanan energi khususnya di wilayah utara Indonesia. (mel/adpim)