
BIRO ADPIM – Raut wajah bahagia puluhan anak dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, hingga anak berkebutuhan khusus (ABK) mewarnai Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (6/8/2026).
Berpusat di pelataran kantor gubernur, perayaan ini tersaji menarik lewat kolaborasi pentas seni tari anak PAUD yang menggemaskan, panggung nyanyian, pameran UMKM, layanan kesehatan gratis, hingga hadirnya wahana edukasi seperti perpustakaan keliling, English Fun Day, dan program Jelita (Jendela Literasi Kaltara).
Di tengah semaraknya kegiatan ini, Pemprov Kaltara menerima Suara Anak Indonesia (SAI) Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang dibacakan dua perwakilan anak, Adiba Hafidz Shafwah dan Sakti Akmal Khalifah. Suara ini merangkum lima poin utama mimpi, aspirasi, dan harapan anak-anak Kaltara untuk masa depan.
Pada klaster hak sipil dan kebebasan, anak-anak Kaltara berharap pemerintah mempercepat pemerataan Kartu Identitas Anak (KIA), memperkuat perlindungan data pribadi, meningkatkan edukasi keamanan digital, serta aktif melibatkan anak melalui pembentukan Forum Anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dari sisi lingkungan keluarga, harapan yang disuarakan mencakup pencegahan pernikahan usia dini, penguatan edukasi pengasuhan positif bagi orang tua, serta perluasan Penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS).
Aspirasi di bidang kesehatan dan kesejahteraan menaruh harapan besar pada percepatan penurunan stunting melalui edukasi gizi dan perluasan layanan kesehatan hingga pelosok, pengetatan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruang publik, serta penyediaan layanan konseling dan pendidikan kesehatan reproduksi yang ramah anak.
Sementara pada bidang pendidikan dan budaya, mereka mengimpikan pemerataan fasilitas sekolah, kecukupan tenaga pendidik, serta penyediaan ruang kreativitas seperti taman bermain, sanggar budaya, dan sarana olahraga.
Terakhir, untuk perlindungan khusus, anak-anak merindukan lingkungan yang bebas dari perundungan (bullying), kenakalan remaja, serta memohon perlindungan intensif bagi anak disabilitas dan korban kekerasan.
Menanggapi seluruh harapan tersebut, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., yang hadir bersama Wakil Ketua Dekranasda Kaltara Kornie Serliany, S.T., dan Sekretaris Provinsi Kaltara Denny Harianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa Pemprov Kaltara menjadikan poin-poin SAI 2026 sebagai bahan evaluasi dan acuan kerja bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wagub Ingkong Ala menyatakan bahwa mimpi dan aspirasi yang disampaikan anak-anak tersebut merupakan gambaran kebutuhan riil di lapangan.
Pemprov Kaltara berkomitmen mengawal pemenuhan hak-hak tersebut secara terintegrasi melalui program lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan hukum, agar seluruh anak di Kaltara dapat tumbuh aman, sehat, dan berdaya saing. (van/adpim)