
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima kunjungan Duta Besar sekaligus Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Tanjung Selor, Rabu (22/7/2026). ADPIM
BIRO ADPIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bergerak cepat menggarap potensi maritim daerah berbasis pelestarian lingkungan melalui penerapan konsep ekonomi biru (blue economy).
Komitmen tersebut dimatangkan saat Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima kunjungan Duta Besar sekaligus Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Tanjung Selor, Rabu (22/7/2026).
Melalui kerja sama strategis ini, Pemprov Kaltara membidik pengelolaan sumber daya perairan dan kawasan pesisir—khususnya konservasi hutan mangrove dan pengembangan perikanan organik—agar mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menarik pendanaan serta investasi konservasi internasional.
Gubernur Zainal menegaskan bahwa Kaltara memiliki modal geografis yang sangat besar untuk menjadi percontohan penerapan Ekonomi Biru di Indonesia.
Menurutnya, pemanfaatan potensi laut dan pesisir yang terukur tidak hanya menjaga ekosistem jangka panjang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
“Pengelolaan sumber daya pesisir yang tepat yang masyarakat akan menjaga kawasan konservasi jangka panjang, sekaligus membuka peluang akses pendanaan internasional,” ujar Gubernur Zainal.
Selain pemantapan kawasan pesisir, pertemuan lingkungan ini juga membahas penguatan ekonomi hijau (green economy).
Pemerintah Seychelles mendorong inisiatif pemanfaatan lahan bekas tambang di Kaltara melalui budidaya tanaman Kemiri Sunan (Reutealis trisperma) sebagai upaya rehabilitasi lingkungan berbasis produk bernilai ekonomi.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Kaltara optimistis mampu memadukan perlindungan ekosistem pesisir dan darat secara seimbang demi menjamin keberlanjutan pembangunan bagi generasi mendatang.
(mel/van/adpim)