Berita

Wagub Ingkong Ala minta GKPI perluas pelayanan dan kepedulian sosial hingga pelosok

BIRO ADPIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menegaskan komitmennya bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor fisik dan ekonomi semata, melainkan harus sejalan dengan penguatan mental, moral, dan spiritual masyarakat.

Langkah ini dinilai krusial guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

Pesan ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., saat membuka Persidangan Sinode Am XVI Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI) Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tana Tidung, Selasa (23/6/2026).

Forum ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, S.Th., S.Fil., M.A., Ketua PGI Wilayah Kaltara, serta Ketua Majelis Pekerja Sinode GKPI Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Min., M.Pd.

Sebagai salah satu denominasi gereja yang memiliki akar sejarah kuat di Pulau Kalimantan, eksistensi GKPI selama ini diakui telah menjadi mitra strategis pemerintah.

Kontribusi jemaat dan para pelayan gereja di bidang kerohanian, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan dinilai efektif dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama di beranda utara NKRI.

“Kami berharap GKPI terus berkembang, memperluas jangkauan pelayanannya hingga ke seluruh pelosok kabupaten/kota di Kaltara, serta menjadi sumber inspirasi dalam membangun kepedulian sosial,” ujar Wagub Ingkong Ala.

Pemprov Kaltara menaruh harapan besar agar Persidangan Sinode Am XVI ini melahirkan cetak biru program kerja yang relevan dengan kebutuhan riil umat di era modern.

Gereja diharapkan tidak hanya berfokus pada pembinaan internal jemaat, tetapi juga memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mitigasi problem sosial, pembinaan generasi muda, dan penguatan toleransi.

Melalui sinergi yang terlembaga dengan baik, kapasitas kelembagaan GKPI diproyeksikan mampu mendampingi sekaligus memberdayakan ekonomi jemaat secara mandiri. Modal sosial berupa gereja yang kuat dan sehat secara organisasi diyakini mempercepat perwujudan masyarakat Kaltara yang aman, damai, dan berdaya saing.

Menutup agenda pembukaan, Wagub Ingkong Ala mengajak seluruh pihak untuk terus merawat toleransi beragama dan menjadikan Kaltara sebagai rumah bersama yang inklusif, damai, dan sejahtera bagi seluruh elemen masyarakat. BIRO ADPIM