
BIRO ADPIM – Upaya memperkuat kedaulatan negara di wilayah Kalimantan dan perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya, terus diperkuat melalui sinergi strategis antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan satuan elit TNI.
Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, SE., M.Si., menerima audiensi Komandan Grup (Dangrup) 4 Kopassus, Brigjen TNI Suharma Zunam, di ruang kerja Wagub, Tanjung Selor, Senin (11/5/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penguatan pertahanan di Pulau Kalimantan.
Brigjen TNI Suharma Zunam hadir didampingi jajaran teras Grup 4 Kopassus, antara lain Kasi Intel Kol Inf Syaiful Arif, Danyon 42 Letkol Inf Agoes, serta Danden Duklog Kapten Inf Arisa Samudra. Dalam kesempatan tersebut, Dangrup 4 memaparkan rencana strategis korps baret merah yang akan membangun markas besar di atas lahan hibah seluas 230 hektare di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Markas tersebut nantinya akan menjadi pusat kekuatan bagi enam batalion, mulai dari Batalion 41 hingga 46. Struktur ini dirancang sebagai miniatur kekuatan lengkap yang mencakup tiga batalion Para Komando (Parako), Batalion Sandi Yudha, hingga Batalion Anti-Teror. Kehadiran kekuatan elit ini bertujuan untuk bersinergi secara total dengan pemerintah daerah dalam menjaga keutuhan NKRI di seluruh jajaran Pulau Kalimantan.
Brigjen TNI Suharma Zunam menegaskan bahwa Kopassus berkomitmen untuk bahu-membahu bersama pemerintah dan aparat keamanan lainnya demi memastikan stabilitas regional. Ia berharap kehadiran pasukannya dapat menjadi mitra strategis bagi pemda dalam menangkal setiap potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan wilayah.
Lebih lanjut, Dangrup 4 mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Kapolda Kaltara dan Danrem 092/Maharajalila guna membahas potensi pelaksanaan latihan bersama berskala internasional, Super Garuda Shield, di wilayah Nunukan. Latihan ini dipandang krusial untuk mengasah keterampilan prajurit agar memiliki kesiapan tempur yang tinggi sekaligus penguasaan medan yang mendalam di wilayah perbatasan.
Menanggapi rencana besar tersebut, Wagub Kaltara Ingkong Ala menyambut hangat dan menyatakan dukungan penuh dari pihak pemerintah provinsi. Wagub yang turut didampingi Kepala Biro Adpim, Jaini, S.Hut., M.P., menekankan bahwa pertahanan yang kuat adalah harga mati bagi wilayah perbatasan Kaltara yang memiliki garis batas darat sepanjang 1.038 kilometer serta wilayah laut yang sangat luas.
Keberadaan Kopassus di Kalimantan dianggap sebagai pilar utama dalam mendukung tegaknya kedaulatan negara.
Di sisi lain, Brigjen TNI Suharma Zunam juga menaruh perhatian besar pada aspek sosial budaya.
Mengingat prajurit Kopassus berasal dari seluruh penjuru Nusantara mulai dari Aceh hingga Papua, ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap kearifan lokal. Seluruh anggota diinstruksikan untuk senantiasa menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya setempat demi terciptanya harmonisasi antara prajurit dan masyarakat Kaltara dalam menjaga benteng pertahanan negara. BIRO ADPIM