Berita

IPM tembus 74,04 dan ekonomi tumbuh 4,56%: Gubernur paparkan keberhasilan pembangunan 2025

BIRO ADPIM – Angka-angka statistik terungkap dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan ke-II Tahun 2026 di Kantor DPRD Provinsi Kaltara, Senin (30/3). Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wagub Ingkong Ala, SE.,M.Si resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 yang mencatatkan berbagai capaian bagi Kaltara.

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan lonjakan signifikan pada indikator makro yang menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Kaltara terus membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini telah mencapai angka 74,04 atau naik 0,63 poin dari tahun sebelumnya, yang secara resmi menempatkan Kaltara dalam kategori tinggi. Tren positif ini diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 4,56%, di mana dampaknya terlihat jelas pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat menjadi Rp208,21 juta.

Di saat yang sama, pemerintah daerah berhasil menekan angka pengangguran terbuka hingga ke level 3,85% dan menjaga tingkat kemiskinan tetap rendah di angka 5,54%.

Komitmen Pemerintah Provinsi dalam memperkuat pelayanan dasar juga dibuktikan dengan penguatan sumber daya manusia dan tata kelola digital. Jumlah aparatur sipil di lingkungan Pemprov Kaltara tercatat meningkat menjadi 6.109 orang, yang didominasi oleh penambahan tenaga PPPK di sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan guna menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Transformasi birokrasi pun semakin modern dengan raihan Indeks SPBE sebesar 3,87 yang masuk kategori sangat tinggi. Keberhasilan ini juga selaras dengan peningkatan angka harapan hidup masyarakat menjadi 73,68 tahun serta melonjaknya jumlah Desa Mandiri yang kini mencapai 77 desa.

Sisi kesehatan fiskal daerah juga menunjukkan performa yang solid, di mana sektor “Lain-lain Pendapatan Sah” mencatatkan realisasi fantastis sebesar 159,1% atau setara Rp56,68 miliar. Dari sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp2,642 triliun atau 85,90% yang dialokasikan secara efektif untuk program kerakyatan seperti Beasiswa Kaltara Unggul, keringanan pajak kendaraan, hingga penguatan layanan kesehatan bagi warga kurang mampu.

Kerja keras kolektif ini akhirnya membuahkan pengakuan nasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Naker Inspirational Leadership Award, SPM Awards dengan capaian 100%, serta Paritrana Award.

Menutup laporannya, Gubernur Zainal menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat. Ia menyadari bahwa tantangan di sektor konektivitas wilayah dan pendidikan masih ada, namun tren positif tahun 2025 ini menjadi modal berharga bagi pemerintah untuk terus bekerja lebih keras.

Gubernur berkomitmen agar ke depannya setiap kebijakan yang diambil tetap bermuara pada satu tujuan utama, yakni memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kaltara. BIRO ADPIM