
BIRO ADPIM – Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., meresmikan sejumlah proyek infrastruktur pendidikan di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, pada Kamis, 26 Februari 2026. Proyek yang menelan total anggaran miliaran rupiah ini mencakup tiga sekolah sekaligus, yakni SMAN 1 Bunyu, SMKN 1 Bunyu, dan SLBN Bunyu.
Langkah ini menjamin pemerataan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan agar mendapatkan fasilitas yang setara dengan daerah perkotaan di Kaltara.
Secara rinci, pembangunan di SMAN 1 Bunyu meliputi ruang administrasi baru beserta perabotannya dengan nilai Rp644.304.500 serta fasilitas sanitasi dan toilet senilai Rp104.796.500. Di saat yang sama, pemerintah juga menyelesaikan rehabilitasi ruang kelas di SMKN 1 Bunyu dengan anggaran Rp592.820.000.
Sementara itu, investasi terbesar dialokasikan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Tahap II di SLBN Bunyu yang mencapai Rp1.567.720.000, mencakup ruang kelas baru, ruang bina diri, hingga ruang UKS.
Gubernur menegaskan, pembangunan SLBN untuk menjamin hak pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah perbatasan.
Di hadapan para guru dan tenaga kependidikan, Gubernur Zainal menekankan bahwa gedung-gedung baru investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal dan kompetitif.
Ia mengingatkan ASN dan para guru tidak terjebak dalam pola kerja yang monoton, melainkan harus terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi agar siswa di Pulau Bunyu berkembang lebih baik. Seluruh warga sekolah dan masyarakat setempat pun diminta untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun dengan dana yang tidak sedikit tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama.

Rangkaian kunjungan kerja di Pulau Bunyu kemudian ditutup dengan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Besar Nurul Iman yang telah memasuki malam ke-9 puasa. Dalam momen tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi warga sekaligus memastikan pembangunan benar-benar menjangkau wilayah pelosok.
Ia juga mengajak jamaah memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antarumat beragama demi mewujudkan Kaltara yang aman, damai, dan berkelanjutan. BIRO ADPIM