Berita

Geliat di Pulau Sapi kala Hari Desa: Dari ratusan ‘Tertinggal’ menuju puluhan desa ‘Mandiri’

BIRO ADPIM – Alun-Alun Ulung Buaye, Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau riuh dengan harmoni budaya dan semangat pembangunan, Rabu (28/1/2026). Di bawah langit yang berawan, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional dan Pameran Produk Desa.

Suasana khidmat bercampur meriah terasa saat Gubernur Zainal beserta rombongan menginjakkan kaki di gerbang alun-alun. Deretan gadis berbusana adat Dayak yang anggun menyambut kehadiran orang nomor satu di Kaltara tersebut. Langkah kaki para tamu VIP menuju panggung utama pun diiringi tarian penyambutan khas Dayak yang dibawakan dengan penuh energi sekelompok gadis dan seorang pemuda, memukau ratusan pasang mata yang hadir di lokasi.

Tampak hadir mendampingi Gubernur ialah Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, S.Pd., serta Ketua DPRD Malinau Ping Ding, S.IP, Kepala Dinas PMD perwakilan dari Kabupaten Nunukan dan Bulungan. Hadir pula Ketua Dewan Pakar BPIP, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., M.S., sebagai narasumber utama.

Gubernur Zainal menekankan bahwa tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia” adalah sebuah pergeseran paradigma.

“Desa tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang, melainkan sebagai wajah depan pembangunan nasional,” tegas Gubernur di hadapan para kepala desa se-Kaltara.

Gubernur juga memaparkan capaian membanggakan Kaltara, di mana pada awal 2021 masih terdapat 208 desa tertinggal dan 26 desa sangat tertinggal, namun saat ini jumlah tersebut menurun tajam menjadi 60 desa tertinggal tanpa ada lagi desa berstatus sangat tertinggal.

Di sisi lain, jumlah desa mandiri melonjak signifikan dari 19 desa pada tahun 2021 menjadi 77 desa mandiri saat ini, termasuk Desa Pulau Sapi yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Momentum ini juga diisi dengan penyerahan bantuan bibit tanaman secara simbolis kepada perwakilan desa di Kabupaten Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan sebagai wujud komitmen ketahanan pangan. Puncak apresiasi ditandai dengan pemberian sertifikat penghargaan yang mencatat berbagai prestasi gemilang daerah.

Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan meraih prestasi membanggakan melalui Desa Sebidai dan Kelurahan Kampung Empat sebagai Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi tahun 2025. Sementara itu, Kabupaten Bulungan meraih posisi Juara 2 melalui Desa Gunung Sari dan Kelurahan Karang Anyar, serta Kabupaten Nunukan meraih Juara 3 melalui Desa Binalawan.

Dalam hal administrasi dan tata kelola, Kabupaten Malinau mencatatkan progres penyelesaian penetapan batas desa tertinggi mencapai 79%, disusul Kabupaten Nunukan sebesar 43% dan Kabupaten Bulungan 32%. Kabupaten Malinau juga mendapat pujian atas keberhasilan menjadi kabupaten dengan jumlah desa berstatus mandiri terbanyak di Kaltara, serta sukses mengentaskan desa berstatus tertinggal secara cepat.

Efisiensi administrasi juga ditunjukkan oleh Kabupaten Nunukan dan Bulungan sebagai kabupaten tercepat dalam proses pendataan Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2025.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Zainal A Paliwang, yang secara resmi membuka pameran produk unggulan desa dan seminar nasional. Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur, serta penanaman pohon di area Alun-Alun Ulung Buaye oleh Gubernur bersama jajaran Forkopimda sebagai simbol keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Kita maju bahu membahu, membangun desa menuai berkah,” tutup Gubernur dalam penggalan pantunnya yang disambut tepuk tangan meriah. BIRO ADPIM