Jejak perjalanan Wagub Ingkong Ala ke perbatasan (1)

EDITORIAL BIRO ADPIM
TIDENG PALE – Sabtu (17/1/2026) siang, suasana di Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung (KTT), tampak lebih sibuk dari biasanya. Setelah menempuh perjalanan darat dari ibu kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si, tiba di lokasi kegiatan tepat pukul 12.00 WITA.
Kehadirannya bersama istri, Kornie Serliany, ST, beserta jajaran pengurus Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltara disambut hangat dengan tarian penyambutan khas Dayak Kenyah. Sepasang pemuda dan pemudi Dayak Kenyah menampilkan gerak gemulai yang memukau, mengiringi langkah Wagub dan rombongan ke dalam area acara, menambah kental nuansa kearifan lokal.
Momen menarik lainnya terjadi ketika Wagub Ingkong Ala diajak menjajal ketangkasan dalam menyumpit, salah satu keahlian tradisional masyarakat Dayak. Dari jarak sekitar 10 meter, Wagub dengan sigap membidik sasaran berupa balon. Tanpa ragu, anak sumpit melesat dan tepat mengenai sasaran, mengundang keriuhan dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Selain kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur, melainkan juga sebagai Ketua Lembaga Adat Dayak (LAD) Kenyah Provinsi Kaltara. Kunjungan ini bagian rangkaian kerja maraton di tiga kabupaten untuk mengonsolidasi peran lembaga adat sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Ingkong Ala menekankan pentingnya evaluasi kinerja organisasi. Ia mengingatkan bahwa pengabdian di lembaga adat bersifat pengorbanan sosial yang tidak mengejar keuntungan materi.
“Menjadi pengurus lembaga adat adalah tentang pelayanan yang tulus. Tidak ada gaji di sini, yang ada adalah pengorbanan pikiran dan waktu. Kita harus meninggalkan kesan yang baik bagi masyarakat melalui kinerja yang nyata,” ujar Wagub di hadapan para pengurus LAD Kenyah KTT.
Ia menyebut momen Raker ini untuk mengukur sejauh mana partisipasi warga adat dalam mendukung program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Dalam arahannya juga, Wagub Ingkong Ala secara spesifik meminta warga Dayak Kenyah lintas profesi bekerja profesional. Menurutnya, kontribusi individu dalam profesi masing-masing adalah bentuk nyata dukungan terhadap visi besar pembangunan Kaltara.
“Bagi yang PNS, mengabdilah dengan baik. Bagi pelaku usaha, ambil peluang. Kita harus kreatif dan rajin menjemput prospek ekonomi agar kehadiran kita memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan warga di KTT. LAD Kenyah KTT dinilai mampu menunjukkan eksistensi yang solid, terbukti dengan berbagai pencapaian dalam kegiatan sosial dan budaya di tingkat provinsi.
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam pertemuan ini adalah langkah modernisasi organisasi. Ingkong Ala memaparkan bahwa saat ini LAD Kenyah Kaltara telah memperkuat posisi tawar organisasi dengan mendaftarkan badan hukum ke Kemenkumham.
Langkah ini diambil agar lembaga adat memiliki payung hukum yang kuat dalam menjalankan fungsi koordinasi dengan instansi pemerintah, terutama terkait isu-isu sosial dan pelestarian budaya.
Kegiatan di Tideng Pale berakhir pada pukul 15.00 WITA. Pertemuan ini menjadi pembuka dari rangkaian kunjungan Wagub ke tiga wilayah. Usai menyelesaikan agenda di KTT, Ingkong Ala langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan dalam dua hari ke depan.
Melalui rangkaian raker ini, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap lembaga adat dapat terus berperan aktif sebagai filter sosial dan motor penggerak kerukunan di tengah masyarakat Kalimantan Utara yang majemuk.
Agenda di Tideng Pale menjadi pembuka dari rangkaian perjalanan panjang ini. Saat matahari mulai condong ke barat, Wagub Ingkong Ala beserta rombongan kembali menempuh jalur darat, membelah belantara Kaltara menuju Kabupaten Malinau untuk membawa misi penguatan adat yang serupa. (bersambung)