
BIRO ADPIM – Di bawah langit Kalimantan Utara (Kaltara) yang cerah, suasana kebangsaan khidmat dalam balutan warna-warni busana tradisional daerah dan Nusantara yang menawan.
Peringatan Hari Jadi ke-14 provinsi ke-34 Tanah Air ini menjadi momentum refleksi perjalanan daerah, sekaligus wadah merayakan kekayaan identitas kultural daerah hingga Nusantara.
Suasana upacara peringatan yang digelar kantor gubernur di Tanjung Selor, Bulungan, Minggu (25/10/2026), semarak sekaligus khidmat. Lapangan upacara dipenuhi oleh para pejabat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tamu undangan, hingga peserta upacara yang anggun mengenakan ragam busana adat kebanggaan—mulai dari busana khas tradisi lokal Dayak, Bulungan, dan Tidung, hingga mozaik warna-warni busana adat Nusantara dari berbagai penjuru tanah air.
Kehadiran ragam busana tradisional ini merefleksikan Kaltara sebagai rumah bersama yang harmonis dalam keberagaman.
Upacara puncak HUT ke-14 Kaltara tahun ini dilangsungkan dengan format yang sarat makna kesederhanaan. Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam pidatonya menyampaikan bahwa kesederhanaan perayaan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati mendalam atas kondisi kabut asap yang tengah melanda sebagian wilayah Kalimantan, termasuk Kaltara.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan. Kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama”, tegas Gubernur Zainal di hadapan ribuan peserta upacara.
Hadir mendampingi jalannya upacara penuh khidmat tersebut, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kaltara Hj. Rahmawati Zainal, S.H. yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kaltara, Wakil Ketua TP PKK Kornie Serliany, S.T., jajaran pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.
Gubernur juga menambahkan bahwa langkah kesederhanaan ini turut didasari oleh kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut kecermatan dalam menentukan skala prioritas. Kendati demikian, efisiensi tersebut dipastikan tidak akan mengurangi esensi pelayanan dasar masyarakat di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Mengusung tema besar peringatan tahun ini, “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, Gubernur Zainal menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi makro harus mampu memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan lapangan kerja, peluang usaha, pendapatan, serta pemerataan pembangunan hingga ke pedalaman dan perbatasan.
Dalam arahannya, Gubernur memaparkan tiga prioritas utama pembangunan yang harus diwujudkan bersama. Langkah strategis pertama berfokus pada penguatan ekonomi dan pembukaan kesempatan kerja melalui dorongan investasi yang menyerap tenaga kerja lokal, pengembangan UMKM, serta pemasaran produk daerah agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Prioritas kedua menyangkut pemerataan pembangunan dan pelayanan dasar, di mana perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, dan akses pendidikan harus terus ditingkatkan, termasuk bagi masyarakat di pedalaman dan perbatasan. Sementara itu, prioritas ketiga adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan bertanggung jawab, di mana setiap perangkat daerah harus memastikan program tepat sasaran, anggaran digunakan secara efisien, dan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
Ketiga prioritas ini, lanjut Gubernur, hanya dapat terwujud melalui kolaborasi erat dan sinergi lintas sektor antara Pemerintah Provinsi, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, jajaran TNI-Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh warga Kaltara.
Rangkaian peringatan HUT ke-14 Kaltara kian meriah tatkala memasuki sesi tradisi pemotongan dan pembagian tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan usia ke-14. Suasana keakraban tampak mencair.
Kemeriahan perayaan ini juga disempurnakan dengan penyerahan penghargaan kepada masyarakat serta para pelajar berprestasi. Penghargaan tersebut sekaligus merangkum kesuksesan rangkaian kegiatan lomba olahraga tradisional yang telah diselenggarakan oleh panitia dalam beberapa hari sebelumnya, membangkitkan semangat sportivitas dan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda Kaltara.
Menutup amanatnya, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh inisiator pembentukan provinsi, para pendahulu, dan seluruh masyarakat yang terus berkontribusi membangun Kaltara. Dengan modal persatuan dan kerja nyata, Kaltara optimis melangkah maju membentuk fondasi transformasi yang kokoh sebagai beranda depan NKRI yang maju, makmur, dan berkelanjutan.
“Dirgahayu ke-14 Provinsi Kaltara! Ekonomi tumbuh, semua berdaya!” seru Gubernur Zainal menutup amanatnya dengan penuh semangat, disambut gemuruh tepuk tangan seluruh peserta upacara. (van/adpim)