
BIRO ADPIM – Cahaya dan denyut kreatifitas menyatu di bawah langit Tanjung Selor, Senin (19/10/2026) malam. Lapangan Agatis yang menjadi jantung ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berubah menjadi panggung perayaan.
Gelaran Symphony de Benuanta yang dibuka resmi oleh Wagub Kaltara Ingkong Ala, SEM,M.Si bersama sejumlah pejabat menjadi panggung hiburan masyarakat, serta destinasi favorit malam hari yang menghidupkan UMKM lokal—mulai dari deretan booth kuliner, fashion, hingga wahana permainan warga.
Ada dua catatan sejarah penting yang dirayakan secara bersamaan: peringatan Hari Jadi ke-14 Provinsi Kalimantan Utara serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 LPP TVRI Stasiun Kaltara.
Wagub Ingkong Ala, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bilang, momentum ini refleksi atas perjalanan panjang Bumi Benuanta sebagai benteng perbatasan NKRI sekaligus rumah bersama bagi keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Tema perayaan malam hari ini, yaitu ‘Satu Harmoni, Ragam Kreasi, Kaltara di Hati’, sangat tepat dalam menggambarkan realitas daerah kita. Kaltara rumah bersama bagi keberagaman yang menguatkan persatuan kita,” ujar Wagub Ingkong Ala dalam pidatonya.
Dalam perjalanannya sejak dibentuk pada tahun 2012 sebagai provinsi ke-34 di Indonesia, Kaltara membutuhkan hadirnya ruang publikasi yang edukatif dan menyejukkan. Kehadiran LPP TVRI Kaltara selama 5 tahun terakhir dinilai telah menjalankan peran strategis tersebut secara konsisten.
Wagub mengapresiasi keberadaan TVRI Kaltara yang tetap menjaga integritas siaran di tengah pesatnya disrupsi media digital, serta mampu mengikis sekat geografis dengan menjangkau warga hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
“Di tengah pesatnya perkembangan media digital, TVRI konsisten menjaga integritas siaran, merawat nilai-nilai kebangsaan, dan menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat hingga ke wilayah perbatasan,” tegas Ingkong Ala.
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan media publik menjadi kunci dalam mempublikasikan potensi daerah. Berbagai program pembangunan, kekayaan kearifan lokal, pariwisata, hingga capaian generasi muda Kaltara kini dapat disaksikan secara nasional berkat saluran penyiaran publik yang objektif dan terpercaya.
Mengakhiri refleksi dan sambutannya, Wagub Ingkong Ala mengajak seluruh masyarakat dan insan penyiaran terus memperkuat kolaborasi dan memelihara keharmonisan daerah.
Melalui perhelatan Symphony de Benuanta dan sinergi yang terus dirawat, Kaltara yang sebentar lagi berusia 14 tahun optimistis menatap masa depan—bergerak makin maju, makmur, berkelanjutan, serta teguh berdiri sebagai wajah kebanggaan Indonesia di batas negara. (van/adpim)