
BIRO ADPIM – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri Pesta Gotilon HKBP Tarakan Tahun 2026, Pesta Parheheon Ama, sekaligus perayaan Jubileum 165 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), di Kota Tarakan, Minggu (4/10/2026).
Dikatakan Wagub, Pesta Gotilon bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mengungkapkan rasa bersyukur atas berkat Tuhan serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pesta Gotilon memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan iman,” ujar Wagub.
Sementara, Pesta Parheheon Ama dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat kaum bapak, baik dalah kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.
“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang memiliki iman, karakter, integritas, dan kepedulian sosial,” tambahnya.
Wagub Ingkong juga menyoroti perjalanan panjang HKBP yang telah memasuki usia 165 tahun.
“Usia 165 tahun bukan perjalanan singkat. Di dalamnya terdapat sejarah pelayanan, perjuangan, pengabdian, dan kesetiaan dari banyak generasi,” ujar Wagub Ingkong.
HKBP telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan di berbagai daerah.
“Keberadaan gereja-gereja di Kaltara memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tambahnya.
Kalimantan Utara adalah daerah majemuk yang masyarakatnya memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang. Keberagaman tersebut merupakan sebuah kekuatan dan anugerah yang harus terus dijaga.
“Saya mengajak seluruh jemaat HKBP Tarakan untuk terus menjadi pilar utama dalam upaya merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat kita yang majemuk,” ajaknya.
Lebih lanjut, Wagub Ingkong menegaskan komitmen Pemprov Kaltara untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Kaltara.
“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha serta seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya. (mel/adpim)