Berita

Pemprov jajaki kerjasama pembangunan bandara kargo internasional di Bulungan

BIRO ADPIM — Dalam peta arsitektur infrastruktur perhubungan nasional, posisi Kalimantan Utara (Kaltara) di beranda utara Nusantara memegang peranan strategis bagi konektivitas wilayah. Menatap kebutuhan masa depan, Pemerintah Provinsi Kaltara kini mulai mematangkan tahap awal rencana pembangunan bandara internasional baru yang difokuskan untuk layanan kargo dan logistik ekspor-impor.

Penjajakan rencana besar ini ditandai dengan audiensi antara Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Pimpinan Jo-An Group Pte Ltd dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Tanjung Harapan, Hengki, S.Si., M.M., di Tanjung Selor, Selasa (22/9/2026).

Rencana pengembangan infrastruktur penerbangan kargo ini diproyeksikan untuk menopang kebutuhan logistik jangka panjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanah Kuning–Mangkupadi, sekaligus memfasilitasi komoditas unggulan daerah seperti hasil perikanan dan pertanian agar dapat didistribusikan secara lebih efisien.

“Kehadiran investor ini menjadi langkah awal yang strategis untuk menjajaki peluang dukungan ekspor-impor dan kargo udara skala internasional. Jika kelak terealisasi, hasil perikanan dan pertanian Kaltara bisa langsung kita kirim ke luar negeri tanpa harus berputar ke daerah lain,” ujar Gubernur Zainal.

Ia menambahkan, letak geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan jalur internasional memberikan nilai tambah tersendiri dalam perencanaan efisiensi biaya serta waktu pengiriman kargo. Pemprov Kaltara siap memberikan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses perizinan dan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan selama tahap perencanaan ini.

Sebagai langkah awal dari sebuah proyek infrastruktur, seluruh pihak sepakat untuk mengawal proses perencanaan ini secara cermat melalui studi kelayakan terlebih dahulu. Kepala UPBU Kelas III Tanjung Harapan, Hengki, menyampaikan apresiasinya atas langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaring minat investasi.

“Hasil pengkajian nantinya akan menjadi dasar untuk menindaklanjuti kerja sama melalui skema Memorandum of Understanding (MoU) serta pola bisnis yang tepat,” terang Hengki.

Melalui kematangan perencanaan dan ketelitian pada tahap pengkajian ini, Pemprov Kaltara optimistis konsep pengembangan bandara kargo internasional ini dapat terbangun secara terukur dan memberikan dampak nyata bagi konektivitas ekonomi di masa depan. (van/adpim)