
BIRO ADPIM — Ikatan historis dan akar budaya serumpun antara Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Malaysia kembali dipertegas dalam ranah silaturahmi. Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri Resepsi Hari Kebangsaan dan Hari Malaysia 2026 yang digelar Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026) malam.
Kehadiran Gubernur Zainal atas undangan Charge d’Affaires a.i. Kedutaan Besar Malaysia, Farzamie Sarkawi, bersama Wakil Tetap Malaysia untuk ASEAN, H.E. Ambassador Datin Sarah Al Bakri Devadason, menjadi cerminan eratnya jalinan persaudaraan di beranda utara Nusantara. Bagi Pemprov Kaltara, momentum peringatan bersejarah pembentukan Persekutuan Malaysia 1963 ini perayaan atas hubungan sosial-budaya yang telah mengakar kuat antarwarga perbatasan.
Dalam narasi sosial-budaya, batas teritorial negara tidak memisahkan kedekatan emosional, kekerabatan, dan adat istiadat yang telah terjalin bertaut generasi. Interaksi harian masyarakat Kaltara dengan warga Sabah dan Sarawak merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga kondusivitas serta stabilitas kawasan perbatasan.
“Kaltara memiliki kedekatan yang sangat istimewa dengan Malaysia, baik secara geografis maupun interaksi sosial-budaya masyarakat di perbatasan. Hubungan baik, rasa saling menghormati, dan komunikasi erat yang telah terbangun bertahun-tahun ini wajib terus kita rawat bersama,” ujar Gubernur Zainal.
Gubernur menambahkan, ikatan kekeluargaan lintas batas ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan keharmonisan. Ketika hubungan sosial antarwarga berjalan hangat dan aman, kolaborasi di berbagai bidang—mulai dari pertukaran budaya, aktivitas ekonomi lokal, hingga menjaga ketertiban wilayah perbatasan—dapat tumbuh secara alami dan saling menguntungkan.
Kehadiran Gubernur Zainal dalam perayaan Hari Malaysia 2026 ini sekaligus membuka ruang dialog yang lebih inklusif dengan berbagai pemangku kepentingan internasional. Langkah diplomasi budaya ini diyakini mampu mendorong pusat-pusat pertumbuhan baru di perbatasan yang berbasis pada kearifan lokal dan persahabatan kawasan.
Pemprov Kaltara berkomitmen terus menjadikan aspek sosial dan kebudayaan sebagai jembatan diplomasi utama. Melalui semangat persaudaraan serumpun, hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia diharapkan senantiasa menghadirkan kedamaian, rasa aman, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di kedua sisi perbatasan. (van/adpim)