
BIRO ADPIM – Warga Kaltara dan penikmat wisata berbasis kebudayaan otentik, Kabupaten Tana Tidung menyuguhkan pesona kehangatan tradisi yang memikat. Jumat (28/8/2026), Balai Adat Desa Sedulun syahdu dalam perhelatan tradisi Madong Utok Tabai, sebuah ritual sarat makna yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi ke-85 Desa Sedulun.
Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Madong Utok Tabai hadir adalah manifestasi pengikatan persaudaraan. Di dalam ruang balai adat, warga dan para tamu berkumpul, duduk bersama dalam suasana keakraban yang meleburkan sekat, merayakan hasil perjalanan panjang sebuah desa yang telah berdiri tegak selama delapan dekade lebih.
Hadir langsung di tengah-tengah kehangatan warga, Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si., didampingi Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Desa Sedulun menjaga akar budaya mereka.
Wagub Ingkong menegaskan bahwa tradisi seperti Madong Utok Tabai memiliki filosofi mendalam bagi keberlanjutan identitas daerah.
“Melalui tradisi ini kita diingatkan untuk senantiasa melestarikan budaya yang telah diwariskan. Sekaligus menjadi penghormatan jasa para pendahulu telah merintis dan membangun Desa Sedulun hingga mencapai usia ke-85 tahun,” tutur Wagub Ingkong di hadapan para tokoh adat dan warga setempat.
Sinergi antara lembaga adat dan pemerintah desa setempat menjadi kunci mengapa kelestarian budaya di Desa Sedulun tetap terjaga dengan baik. Keharmonisan dua pilar ini menghadirkan ruang hidup yang aman, damai, dan penuh toleransi bagi siapa saja yang berkunjung.
Daya tarik utama wisata budaya di Kaltara senantiasa bertumpu pada keselarasan antara masyarakat adat dan alam lingkungannya. Di sela-sela perayaan, Wagub Ingkong mengajak masyarakat terus menjaga kelestarian bentang alam sekitar sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan dari adat istiadat.
“Hutan yang lestari, sungai yang terlindungi, serta adat istiadat yang dirawat adalah keistimewaan utama yang membuat Kaltara memikat,” ungkapnya.
Peringatan Hari Jadi ke-85 Desa Sedulun melalui ritual Madong Utok Tabai memberikan pesan berharga bagi setiap masyarakat dan pelancong bahwa pesona Kaltara tidak hanya terletak pada keindahan lanskap alamnya, melainkan pada kehangatan masyarakatnya yang senantiasa menjaga warisan leluhur dengan penuh rasa syukur dan persaudaraan. (mel/adpim)