
BIRO ADPIM – Hening malam di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa, Tanjung Selor, Kabupatan Bulungan menjadi tempat jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bersama Forkopimda merawat ingatan sejarah kemerdekaan.
Dalam kekhidmatan suasana peringatan HUT Republik Indonesia (RI) 2026, penghormatan tinggi dipanjatkan bagi para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan NKRI.
Upacara ziarah kehormatan yang berlangsung pada Senin (17/8) malam tersebut dihadiri Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum dan Wakil Gubernur Ingkong Ala, SEM,M.Si. Upacara malam itu dipimpin Kapolda Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H..
“Ini adalah wujud persatuan tekad Pemerintah, aparat penegak hukum, dan TNI menjaga warisan nilai-nilai kebangsaan, khususnya di daerah perbatasan negara,” kata Gubernur Zainal.
Prosesi diawali penghormatan pasukan dan peletakan karangan bunga oleh inspektur upacara di Tugu Prasasti TMP Telabang Bangsa. Ini adalah simbol penyerahan penghargaan tulus dari seluruh masyarakat atas jejak pengabdian heroik para pahlawan yang tidak ternilai harganya.
Di tengah kesunyian malam, pujian hening cipta dan doa dilantunkan mengenang keberanian para pejuang yang mendahului, sekaligus menyerap kembali esensi patriotisme untuk diterjemahkan ke dalam tantangan pembangunan masa kini.
“Ini untuk menjiwai kembali rasa kebangsaan, nilai gotong royong, dan rasa hormat mendalam kepada para pejuang yang sudah memberikan segalanya bagi daerah dan Indonesia,” tuturnya.
Bagi Pemprov Kaltara, keteladanan yang diwariskan para pahlawan merupakan panduan moral menjalankan roda birokrasi dan pelayanan publik. Pengorbanan masa lalu diposisikan sebagai pemantik semangat bagi jajaran aparatur untuk memberikan kerja nyata, jujur, dan berintegritas demi kemajuan daerah.
Melalui sinergi yang makin kokoh antara Pemprov Kaltara, Polda Kaltara, dan seluruh jajaran Forkopimda, momentum ziarah malam ini memperkuat komitmen bersama untuk menjaga stabilitas, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat.
Penghormatan kepada sejarah menjadi pijakan utama untuk melangkah membangun masa depan Kaltara yang maju, makmur, dan berkelanjutan. (van/adpim)