
BIRO ADPIM – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkokoh posisinya sebagai pilar energi nasional dengan menawarkan potensi investasi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang sangat menjanjikan.
Komitmen ini dipertegas saat Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum, melakukan audiensi dengan calon investor Qatar Oil and Gas di Jakarta pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah krusial dalam menarik minat global untuk mendukung ketahanan energi di Kaltara, khususnya bagi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Mangkupadi.
Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, menyatakan kinerja sektor migas Kaltara menunjukkan angka yang signifikan dengan realisasi lifting minyak bumi mencapai 4.410,24 (Barrel Oil Per Day atau Barel Minyak per Hari) dan lifting gas bumi sebesar 66,38 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari).
Kontribusi besar ini didominasi oleh aset-aset strategis seperti PT Pertamina EP Tarakan Field, PT Pertamina EP Bunyu, Medco E&P Tarakan, hingga JOB Simenggaris. Dengan cadangan gas dari JOB Simenggaris yang mencapai 63,4% dari total cadangan regional, Kaltara memiliki daya tawar yang kuat dalam menjaga ketahanan energi di wilayah beranda depan NKRI ini.
Pemerintah Provinsi Kaltara kini mengundang investor strategis untuk mengoptimalkan aset-aset migas yang ada, termasuk peluang penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi pada lapangan aktif. Sebagai contoh, PT Pertamina EP Tarakan Field yang memiliki kontrak hingga tahun 2035 menawarkan kepastian jangka panjang bagi para mitra kerja.
Selain itu, terdapat peluang reaktivasi sumur-sumur lama dan eksploitasi lanjutan pada 18 sumur aktif di JOB Simenggaris yang masih memiliki potensi pengembangan sangat luas.
Dukungan penuh diberikan oleh Pemprov Kaltara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna memberikan kemudahan perizinan dan jaminan kepastian hukum.
Posisi geostrategis di jalur ALKI II tidak hanya menjadikan Kaltara sebagai pusat produksi, tetapi juga gerbang ekspor energi yang kompetitif di pasar internasional. Sektor migas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama bagi industri besar di KIHI Mangkupadi, menciptakan sinergi antara ketahanan energi dan transformasi industri hijau di Indonesia. BIRO ADPIM