
BIRO ADPIM – Suasana malam di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor, terasa istimewa pada Selasa (14/4/2026). Di bawah temaram lampu taman, alunan musik yang mengalir lembut, dan tenangnya arus Sungai Kayan, Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyambut para delegasi se-Kasulampua (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua) dalam kegiatan bertajuk ‘Welcome Dinner’ yang penuh kehangatan.
Berlokasi di kawasan ikonik Tugu Cinta Damai, Kabupaten Bulungan, momen ini menjadi pembuka penuh keakraban sebelum memasuki agenda formal yang dijadwalkan berlangsung Rabu (15/4/2026).
Gubernur Zainal Paliwang menyampaikan rasa bangganya karena tahun 2026 ini, Kaltara dipercaya menjadi tuan rumah bagi 19 provinsi yang tergabung dalam wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini amanah kelembagaan. Juga menjadi kesempatan berharga menyambut para peserta sebagai sahabat dan keluarga besar dalam semangat membangun Indonesia dari daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menjelaskan bahwa istilah “Bumi Benuanta” yang menjadi identitas Kaltara mengandung arti mendalam sebagai bumi yang dicintai serta tumbuh dengan semangat kebersamaan dan kerja keras.
Gubernur menekankan bahwa pertemuan malam ini memiliki makna penting untuk menumbuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antar-daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan program, tetapi juga oleh kekuatan hubungan dan rasa saling percaya.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh yang hadir, mulai dari Deputi BPS RI Moh. Edy Mahmud, perwakilan Bank Indonesia, hingga jajaran kepala daerah dan Bappeda se-Kasulampua yang telah meluangkan waktu hadir di Kaltara.
Menutup suasana malam yang syahdu di tepian sungai tersebut, Gubernur berharap agar seluruh tamu merasa nyaman dan membawa kesan baik tentang masyarakat serta semangat kemajuan di Kaltara.
Dengan semangat kolaboratif ini, Konreg PDRB Wilayah Kasulampua 2026 diyakini menghasilkan manfaat besar bagi kemajuan ekonomi di kawasan timur Indonesia. BIRO ADPIM