
BIRO ADPIM – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan komitmennya melakukan pembenahan besar-besaran pada tata kelola pangan daerah. Hal ini merespons Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja BPK RI atas strategi ketahanan pangan periode 2020 hingga Semester I 2025.
“Rekomendasi BPK ini menjadi arah perbaikan bagi kami. Pemprov Kaltara berkomitmen menindaklanjutinya secara sungguh-sungguh dan tepat waktu sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Gubernur Zainal saat acara penyerahan LHP di Kantor BPK Perwakilan Kaltara, di Kota Tarakan, Selasa (10/2).
Gubernur memaparkan beberapa poin yang akan segera diperbaiki, salah satunya adalah penguatan Sistem Informasi Pangan (SIPANGAN). Langkah ini untuk memastikan pengelolaan data pangan terintegrasi serta penyusunan neraca pangan berbasis data yang valid.
Selain itu, Pemprov Kaltara melalui perangkat daerah teknis memberikan perhatian khusus pada perlindungan lahan hasil cetak sawah dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui regulasi ketat agar tidak terjadi alih fungsi lahan.
Selain itu mengoptimalkan irigasi dengan melakukan perbaikan jaringan irigasi dan pemutakhiran data melalui sistem E-PAKSI; serta memperkuat program Stabilisasi Pasok dan Harga Pangan (SPHP) dan mengkaji efektivitas arus distribusi antarwilayah.
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengapresiasi BPK RI Perwakilan Kaltara atas pemeriksaan yang berorientasi pada hasil tersebut. Ia menilai, pemeriksaan kinerja ini sangat strategis dalam menganalisis hambatan yang dihadapi pemerintah daerah selama ini.
Ia optimistis, sinergi yang baik dengan BPK menjadi fondasi kuat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, sekaligus memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan LHP ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, Kepala BPK Perwakilan Kaltara, Dwi Sabardiana, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Kaltara. (*)
Penulis: Biro Adpim
Editor: Biro Adpim
COPYRIGHT ©️ BIRO ADPIM 2026