
BIRO ADPIM – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., memastikan sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan TNI AU semakin solid pasca kenaikan status Lanud Anang Busra menjadi Tipe A. Dan, ini dibuktikan kala Gubernur Zainal menerima kunjungan silaturahmi Komandan Lanud Anang Busra yang baru, Marsma TNI Andreas Ardianto Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), di di Tanjung Selor, Bulungan, Jumat (24/10/2025).
Gubernur Zainal menyambut baik kedatangan Komandan Lanud Anang Busra, sekaligus mengapresiasi peningkatan status Lanud yang dinilai sangat krusial bagi keamanan Kaltara, khususnya di wilayah perbatasan.
“Karena keamanan dan pertahanan yang kuat adalah fondasi utama bagi pembangunan daerah,” tegas Gubernur Zainal.
Peningkatan status Lanud Anang Busra dari Tipe B menjadi Tipe A membawa dampak signifikan bagi kapabilitas pertahanan dan pengamanan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini disampaikan oleh Marsma TNI Andreas Ardianto Dhewo, M.Sc., M.Si (Han).
Marsma Andreas menjelaskan bahwa kenaikan status ini memerlukan penguatan sinergi, terutama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Ini silaturahmi awal, karena saya jadi warga baru Kaltara. Dengan adanya kenaikan status Lanud dari Tipe B menjadi Tipe A, sehingga saya komandan baru, Lanud telah mengalami perubahan status, sehingga perlu memperkuat sinergi terutama dengan Forkopimda, terutama dengan Pemerintah Daerah,” ujar Marsma Andreas.
Ia menambahkan, TNI/Polri memiliki peran ganda, tidak hanya pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan.
“Kami TNI/Polri punya peran dan kewajiban untuk mengikuti setiap program-program Pemda. Fasilitas yang kita miliki bisa bersinergi, bisa dimanfaatkan juga oleh Pemda dalam rangka memajukan Kaltara,” tambahnya.
Marsma Andreas kemudian membeberkan detail teknis yang menjadi keistimewaan dari Lanud Tipe A. Peningkatan status ini akan diikuti dengan penambahan alutsista strategis yakni Skuadron UAV 53.
“Jadi akan diresmikan oleh Pak KSAU itu di Lanud Anang Busra, dilengkapi dengan tambahan berupa drone yang nanti bisa digunakan ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance),” jelasnya.
Drone ISR ini dirancang khusus untuk mengatasi kerawanan di medan Kaltara yang didominasi hutan dan sungai, terutama untuk memerangi kejahatan transnasional.
“Ini juga bisa bermanfaat misalnya potensi kerawanan seperti penyelundupan narkoba dan lain-lain dan bisa membantu sinergi dengan stakeholder lain yang membutuhkan. Misalnya BNN itu butuh sekali bisa melihat, lari ke mana, karena masuk hutan, masuk sungai, kalau pakai drone, akan tetap bisa terpantau,” tegas Marsma Andreas.
Untuk mengoperasikan alutsista canggih ini, TNI AU tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal.
“Saat ini beberapa penerbang kita sedang disekolahkan di negara pembuat drone tersebut, kurang lebih beberapa batch akan dikirim ke sana. Kalau info yang saya dapat ada 4 batch,” ungkapnya.
Setelah pelatihan selesai dan unit drone tiba, alutsista tersebut akan dirakit dan ditempatkan dalam unit baru.
“Nanti setelah itu pulang, barangnya datang, akan dirakit dulu, baru akan dimasukkan ke Skuadron UAV, namanya Skuadron 53. Kira-kira kita akan ada personel 50-60 orang mulai dari Skuadronnya sampai perangkat-perangkatnya,” kata Komandan Lanud.
Ia juga menyebutkan bahwa komandan Skuadron 53 nantinya akan dijabat oleh perwira berpangkat Letnan Kolonel. Mengenai jadwal peresmian, Marsma Andreas menyatakan hal itu tergantung pada koordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan jadwal Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU).
“Jadwal peresmiannya menunggu jadwal Pak KSAU, berkoneksi terus dengan Kemenhan. Karena di TNI, yang membeli dan mengakuisisi alat-alat itu adalah Kemenhan. Setelah barang itu datang, diserahkan, baru kita me-running. Jadi pelatihan-pelatihan semua itu juga masih ranahnya Kemenhan. Kita siapkan personel, mereka kirim ke pelatihan,” pungkasnya. BIRO ADPIM