
BIRO ADPIM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, kini resmi diluncurkan di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Peluncuran program ini secara simbolis dilaksanakan oleh Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, SH.,M.Hum di SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
Sebelumnya, program serupa telah dilakukan Gubernur Zainal beberapa lalu di SMA Negeri 1 Tarakan.
Gubernur Zainal mengungkapkan optimisme bahwa program MBG ini akan segera menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMP. Secara khusus, di Kabupaten Bulungan, disiapkan lima titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi MBG (SPPG) untuk menopang pelaksanaan program ini.
Gubernur Zainal mendesak seluruh kabupaten/kota mempercepat implementasi program ini agar dapat dinikmati oleh seluruh siswa, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga hingga pelosok, pedalaman, dan perbatasan. Menurut Gubernur, mekanisme penentuan SPPG secara daring dan ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kita harapkan BGB memberikan tambahan nilai kepada daerah-daerah di Kaltara,” ujar Zainal.
Ia juga mencontohkan Papua yang mendapatkan alokasi Rp50.000 per porsi. Zainal berharap indeks nilai satuan per porsi di Kaltara, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Krayan di Nunukan dan Apo Kayan di Malinau, serta wilayah perbatasan dan pedalaman secara umum, juga bisa dinaikkan. Hal ini mengingat tingginya biaya logistik di wilayah tersebut.
Gubernur Zainal juga menjelaskan bahwa sejauh ini, pasokan bahan baku program MBG berasal dari petani lokal.
“Jikalau tidak mencukupi ke depan kita datangkan dari daerah yang sudah ada kerja sama,” tambahnya.
Mengenai menu yang disajikan, Gubernur menilai sudah cukup baik dengan komposisi nasi, ayam, tempe, dan buah. Ke depan, ia meminta agar variasi menu lebih ditingkatkan, khususnya dengan menambahkan ikan. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi perikanan laut dan budidaya yang melimpah di Kaltara.
Pada peluncuran di Tanjung Selor hari ini, sebanyak 2.900 siswa dari berbagai sekolah menerima bantuan MBG. Meskipun demikian, target cakupan program masih bersifat dinamis karena mitra dan yayasan pengelola dapur saat ini masih dalam tahap persiapan. Saat ini, baru satu mitra di Tanjung Selor yang telah beroperasi, sementara empat lainnya masih dalam proses persiapan. BIRO ADPIM