Uncategorized

Kaltara Investment Forum 2021, Gubernur Beberkan Potensi dan Peluang Investasi Kaltara

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal Arifin Paliwang SH MHum kembali memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Provinsi Kaltara. Hal ini, dipaparkan langsung Gubernur kepada Menteri Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadaila, Rabu (13/10/2021) secara virtual.

Dikatakan Gubernur, provinsi termuda yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu memiliki panjang garis perbatasan 1.080 kilometer (Km) dengan luas kurang lebih satu setengah Provinsi Jawa Timur, yakni 75.467,70 kilometer persegi.

Dengan luasan tersebut, lanjutnya, Kaltara memiliki garis pantai yang penajangnya 3.955 kilometer memiliki sejumlah potensi khususnya di bidang perikanan dan rumput laut yang sangat bersar. Termasuk, udang windu dari provinsi termuda ini juga memiliki nilai ekonomis yang sangat timggi.

“Di Kaltara hasil perikanan dan rumput lautnya sangat baik dan menjanjikan, bahkan dalam sebulan bisa menghasilkan 600 ton,” kata Gubernur saat menghadiri Kalimantan Utara Investment Forum (KIF) 2021: ‘Towards Economic Development Cooperation’.

Dengan potensi yang dimiliki Kaltara, Gubernur mengungkapkan, provinsi ke-34 ini sangat terbuka lebar bagi investasi dan transfer teknologi. Tidak hanya itu, Kaltara juga terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati dan Industri Baterai Litium.

“Apalagi, dari pemerintah pusat tengan mempercepat pilot percontohan Net Zero Emission, dengan membangun Indonesia Green Industrial Park yang luasnya 10.100 hektar di Tanah Kuning dan Mangkupadi, di mana kawasan ini akan menjadi kawasan industri terbesar hijua terbesar di dunia,” ungkapnya.

Sebagai daerah yang terletak antara perbatasan negara dan penyangga Ibu Kota Baru, Gubernur membeberkan, Kaltara sangat didukung sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sehingga Kaltara menjadi daerah yang tepat untuk berinvestasi.

“Semuanya sudah dibuktikan dengan penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan kinerja percepatan pelayanan BKPM,” bebernya.

“Oleh karena itu, saya mengundang para investor untuk melakukan kegiatan investasi di kawasan industri ini,” tambahnya.

Gubernur menyebutkan, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen membangun Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Tujuannya, untuk melakukan diversifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang ada.

“Selain itu, Kaltara telah menjadi bagian ikut mendorong Supply Chain Dunia dengan mendorong hilirisasi dan pelaku ekonomi kreatif untuk bekreasi,” sebutnya. ADPIM