

Dalam rangka menyambut Hari Nusantara, Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema Strategi Pengembangan Budidaya Kepiting yang Berkelanjutan, bertindak sebagai narasumber Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum yang dilakukan secara virtual di ruang kerjanya, gubernuran lt. 1, pada Rabu (22/12).
Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan bahwa di Kaltara sendiri terdapat empat Kabupaten/Kota penghasil kepiting di Kaltara, diantaranya: Tana Tidung, Bulungan, Nunukan, dan Tarakan yang pada tahun 2020 lalu mencapai 613,62 ton yang didominasi oleh kepiting hasil tangkapan nelayan dengan nilai produksi mencapai Rp 17.315.495.500,-.
“Guna memaksimalkan budidaya kepiting di Kalimantan Utara, kami telah memaksimalkan kawasan konservasi kepiting yang saat ini berada di Mangkupadi (Bulungan), Sinelak (Bulungan), Desa Sebidai (Tana Tidung), Bebatu (Tana Tidung, dan Setabu (Sebatik).
Selain itu Pemprov Kaltara gencar melakukan Pembinaan terkait Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB),”paparnya.
Mengakhiri paparannya sebagai narasumber Gubernur berpesan untuk selalu menjaga dan melestarikan alam untuk keberlangsungan hidup kepiting-kepiting yang ada di alam terutama Kaltara.
“Sebagai contoh di Kaltara mulai giat untuk menanam bakau atau magrove di pesisir-pesisir atau tambak. Disamping bisa tanggul-tanggul, bakau bisa menjadi sumber makanan bagi udang maupun kepiting yang secara ilmiah dimana ada bakau, maka akan terjaga kelestarian habitatnya,”tutup Gubernur.
Selain itu melalui kesempatan ini, Gubernur mengajak masyarakat untuk melestarikan bumi dengan tidak menebang pohon terutama bakau.
Tanjung Selor, 22 Desember 2021
Biro Administrasi Pimpinan